Indikator perkembangan anak usia balita

Bagaimana ibu memantau perkembangan anak usia dini ?. Kehidupan anak, usia dibawah lima tahun merupakan kebahagiaan yang sangat penting. Usia tersebut merupakan landasan yang membentuk masa depan kesehatan, kebahagiaan,pertumbuhan dan perkembangan dan hasil pembelajaran anak di keluarga, di sekolah, dimasyarakat. Semuanya itu akan mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Pantaslah usia dini di sebut sebagai Zaman Keemasan.

Dengan memahami tahap perkembangan dan pertumbuhan anak, akan membantu orang tua mengerti tentang apa yang diharapakan dan bagaimana membantu anak untuk tumbuh dan berkembang.

Selain Gizi yang baik dan perawatan yang tepat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak mulai dari bayi harus dipahami dan diperhatikan oleh orang tua.

Berikut beberapa pedoman yang dapat digunakan oleh orang tua terutama ibu ibu muda untuk Memantau perkembangan anak.

Pada umur satu bulan bayi bisa :

1. Menatap ke Ibu

2. Mengeluarkan suara o..o..o

3. Tersenyum

4. Menggerakkan tangan dan kaki

Pada umur tiga bulan bayi bisa :

1. Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap

2. Tertawa

3. Menggerakkan kepala kekiri, kekanan

4. Membalas tersenyum ketika diajak bicara

5. Mengoceh spontan

Sehat bagi orang tua.

1. Sering memeluk dan menimang dengan penuh kasih sayang

2. Gantung benda berwarna cereh yang bergerak dan bisa dilihat bayi

3. Ajak bayi tersenyum dan bicara

4. Perdengarkan musik pada bayi

Bagaimana tanda peringatan yang harus diwaspadai :

1. Tidak mau menyusu atau daya isap lemah

2. Gerakan kaki dan lengan sedikit sekali

3. Tidak bereaksi terhadap suara atau cahaya

4. Menangis lama sekali tanpa alasan yang jelas

5. Muntah dan diare yang dapat mengakibatkan dehidrasi.

Pada umur enam bulan bayi bisa :

1. Berbalik dari telungkup ke telentang

2. Mempertahankan posisi kepala tetap tegak

3. Meraih benda yang ada didekatnya

4. Menirukan bunyi

5. Menggenggam mainan

6. Tersenyum ketika melihat mainan atau gambar yang menarik.

Nasehat untuk orang tua :

1. Sering tengkurapkan bayi

2. Gerakan benda kekiri,kekanan didepan mata bayi.

3. Perdengarkan berbagai bunyi bunyian

4. Berikut mainan benda besar dan berwarna

5. Baringkan bayi pada permukaan yg bersih dan rata dan aman sehingga bayi dapat bergerak

leluasa meraih berbagai mainan

6. Lanjutkan kebiasaan memegang dan memeluk bayi setiap hari, berikan kasih sayang dan

rasa cinta

7. Pangku dan pegang bayi dalam posisi aman sehingga ia dapat melihat apa yang terjadi di

sekitarnya.

8. Lanjutkan memberi asi baik siang ataupun malam sesuai dengan keinginan bayi, dan mulai

memberi makanan lain dua hingga tiga kali sehari mulai sejak usia enam bulan, empat kali

sehari mulai usia sembilan bulan.

9. Ngorok, membaca, atau bernyanyi bersama anak sesering mungkin, tidak saja pada saat

lapar ataupun mau tidur.

Berbagai tanda peringatan yang harus diwaspadai :

1. Kejang atau sulit menggerakkan tubuh

2. Kepala bergerak terus( mungkin gejala infeksi telinga yang dapat mengakibatkan tuli jika tak

segera diobati

3. Merespon sangat lemah terhadap suara, wajah yang sudah dikenalnya, atau pada saat

pemberian asi.

4. Menolak pemberian asi atau makanan.

Segera konsultasikan ke Dokter.

Anak umur 9 – 12 bulan

Anak umur 9 bulan bisa :

1. Merambat

2. Mengucapkan ma…ma.. da…da.

3. Meraih benda sebesar kacang

4. Bermain tepuk tangan atau cilup ba

5. Mencari benda atau mainan yang dijatuhkan

6. Makan kue atau biskuit sendiri

Anak umur 12 bulan bisa :

1. Berdiri dan berjalan berpegangan

2. Memegang benda kecil

3. Meniru kata sederhana seperti pa..pa..

4. Mengenal anggota keluarga

5. Takut pada orang yg belum dikenal

6. Menunjuk apa yang di inginkan ya tanpa merengek dan menangis.

Nasehat pada orang tua masa2 ini :

1. Ajari bayi duduk

2. Ajak main cilub ba…

3. Ajari memegang dan makan biskuit

4. Ajari memegang benda kecil dengan dua jari.

5. Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan.

6. Ajak bicara sesering mungkin.

7. Tunjuk beberapa benda dan sebutkan nama benda itu, bicara atau bacakan cerita kepada

anak sesering mungkin.

8. Berikut mainan yang aman yang bisa di pukul pukulnya

9. Gunakan waktu makan dan kegiatan keluarga lainnya untuk bersosialisasi dg seluruh

keluarga

10. Limpahkan kasih sayang dan beri reaksi sewaktu anak senang ataupun sedang marah

11. Bila anak perkembangannya lambat atau mengalami cacat fisik, maka pusatka perhatian

pada kecacatan tersebut dan beri stimulasi serta interaksi yang ektra

12. Jangan biarkan anak berada pada satu posisi selama beberapa jam

13. Berikan lingkungan yang aman untuk mencegah kecelakaan. Hindari benda benda

berbahaya seperti benda tajam, kantong plastik, benda kecil yang dapat ditelan anak.

14. Lanjutkan menyusui dan mendapatkan makanan yang cukup dan bervariasi

15. Bantu anak menggunakan sendok dan mangkuk makan

16. Jaga tangan anak agar tetap bersih dan ajari cara mencuci tangan dengan menggunakan

sabun bayi

17. Yakinkan bahwa anak telah mendapatkan imunisasi sesuai dengan anjuran dokter.

Demikian dulu ya bunda. Terutama ibu ibu muda. Untuk selanjutnya kita bahas di lain kesempatan

waktu. ( Bidan Yanti Yose)

Bahan dikutip dari penuntun hidup sehat diproduksi oleh UNICEF, WHO, UNESCO.

Bagikan

Related posts

Leave a Comment